No Widgets found in the Sidebar
5 Tipe Otak dan Pengaruhnya Terhadap Kepribadian, Cara Pikir, dan Hubungan Asmara

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Anda merasa begitu khawatir? Atau mengapa Anda merasa begitu emosional? Semua itu berasal dari otak Anda.

Melansir Mind Body Green Kamis (10/11/2022), berdasarkan database pemindaian otak terbesar di dunia yang terkait dengan perilaku, dijelaskan bahwa cara Anda berpikir, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain tergantung pada cara otak Anda berfungsi.

Dalam data itu telah dilakukan terhadap 150.000 orang dengan cara melakukan pemindaian menggunakan SPECT di Amen Clinics, hasilnya menjelaskan bahwa tidak semua otak itu sama.

SPECT adalah alat pencitraan otak yang mengukur aliran darah dan aktivitas dan menunjukkan area otak dengan aktivitas yang sehat, terlalu banyak aktivitas, atau tidak cukup aktivitas.

Berdasarkan penelitian tersebut telah ditemukan lima tipe otak utama yang memengaruhi individu tentang siapa dirinya, bagaimana dia berperilaku, dan bagaimana dia berhubungan dengan orang lain.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa sebenarnya memberi rencana perawatan untuk orang yang mengalami kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya sebenarnya tidak akan berhasil.

Namun dengan menemukan pola makan yang tepat, suplemen terbaik, dan olahraga adalah hal yang paling efektif untuk kebutuhan dan perawatan tergantung pada tipe otak.

Berikut adalah 5 tipe otak dengan penjelasannya terkait kepribadian dan cara pikir masing-masing tipe.

Tipe 1: Otak Seimbang

Otak yang seimbang menunjukkan aliran darah yang penuh, merata, simetris di sebagian besar area. Tipe ini adalah salah satu tipe otak yang paling umum. Tipe ini cenderung fokus, fleksibel, dan stabil secara emosional.

Tipe ini adalah salah satu dari orang-orang yang menyelesaikan sesuatu tepat waktu, muncul tepat waktu, menindaklanjuti janji, dan mengatasi pasang surut kehidupan dengan baik. Secara umum, Tipe ini tidak banyak mengambil risiko dan lebih suka mengikuti aturan.

Jalur karier individu dengan otak tipe ini cenderung menjadi karyawan, manajer, dan koordinator proyek yang baik di hampir semua industri.

Dalam hubungan, individu dengan otak yang seimbang cenderung baik dengan orang lain dan memiliki hubungan yang bebas drama.

Jika seseorang dengan tipe otak ini makan makanan junk-food atau aktifitas seperti menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, mereka dapat mengatur diri sendiri untuk masalah kesehatannya.

Seseorang dengan tipe ini dapat menjaga keseimbangan otak dengan diet sehat, olahraga teratur, dan konsumsi multivitamin, asam lemak omega-3, dan vitamin D.

Tipe 2: Otak Spontan

Tipe ini biasanya memiliki aktivitas yang lebih rendah di bagian depan otak di area yang disebut prefrontal cortex (PFC).

Seseorang dengan tipe otak ini suka mencoba hal-hal baru, memiliki minat yang luas, dan lebih suka melakukan sesuatu secara mendadak daripada memiliki jadwal yang ditetapkan.

Individu dengan tipe otak ini berpikir outside the box, tidak percaya bahwa aturan berlaku, dan biasanya terlambat untuk janji temu. Organisasi bukanlah poin terkuatnya, dan dia adalah pengambil risiko sehingga perilakunya terkadang mungkin membuatnya mendapat masalah.

Jalur karier yang pada tipe otak spontan sangat umum di kalangan pengusaha, entertainers atau selebriti, politisi, dan agen real estate.

Tipe ini mudah teralihkan perhatiannya dan berjuang dengan organisasi, jadi meskipun Anda mungkin sangat cerdas, akan sulit bagi Anda untuk menunjukan potensi Anda.

Dalam hubungan, seseorang dengan tipe otak ini menyukai kegembiraan dalam hidupnya, dia mungkin memiliki kecenderungan untuk menciptakan drama dalam hubungannya.

Potensi masalah yang dapat terjadi pada individu dengan tipe otak ini mungkin dapat terlibat dalam perilaku berisiko, seperti minum terlalu banyak, menggunakan narkoba, atau berselingkuh. Tipe ini rentan terhadap ADHD, depresi, dan kecanduan.

Untuk meningkatkan aktivitas di PFC pada tipe otak ini yaitu dengan makan makanan berprotein lebih tinggi, mengonsumsi suplemen, seperti teh hijau, rhodiola, dan ginseng, dan melakukan latihan kardio.

Tipe 3: Otak Persisten atau Gigih

Orang dengan tipe otak ini sering mengalami peningkatan aktivitas di bagian depan otak di area yang disebut anterior cingulate gyrus (ACG).

Mereka suka menyelesaikan sesuatu, cenderung berkemauan keras dan menolak untuk menerima jawaban tidak.

Individu dengan tipe otak ini berkembang ketika bisa mengikuti rutinitas, tetapi bisa menjadi tidak tenang ketika rencana berubah secara tiba-tiba serta kesulitan mengikuti arus.

Mereka juga mungkin seorang pencemas yang sulit melepaskan luka masa lalu, dan cenderung argumentatif. Tipe otak ini biasanya ada di antara chief operating officer, manajer proyek, dan insinyur web.

Dalam hubungan seseorang dengan tipe otak ini bisa keras kepala dan cenderung mengingat setiap pertengkaran yang pernah dialaminya dengan pasangan.

Potensi masalah yang dapat terjadi pada individu dengan tipe otak ini yaitu, ketika ACG otak terlalu aktif, itu berarti dia bisa terjebak pada pikiran negatif, yang dapat dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Untuk menenangkan ACG yang terlalu aktif pada tipe otak ini dapat dilakukan dengan meningkatkan serotonin di otak dengan karbohidrat sehat (seperti ubi jalar dan hummus), salmon, kalkun, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian, suplemen seperti 5-HTP dan kunyit.

Tipe 4: Otak Sensitif

Tipe ini sering mengalami peningkatan aktivitas dalam sistem limbik, pusat emosi otak. Orang dengan tipe otak ini cenderung memiliki empati yang besar terhadap teman, keluarga, sesama manusia, dan bahkan hewan.

Mereka bisa sangat tersentuh oleh musik, film, dan bentuk seni lainnya. Film kekerasan, postingan media sosial yang penuh kebencian, dan berita malam hari mungkin terlalu berat, sehingga mereka cenderung menghindarinya.

Banyak orang dengan tipe otak ini bergumul dengan suasana hati, bisa merasa kewalahan, dan cenderung memiliki banyak pikiran negatif yang otomatis atau automatic negative thoughts (ANT).

Tipe otak sensitif umum di antara terapis, profesional perawatan kesehatan, dan pekerja sosial, serta tipe kreatif.

Saat belajar, tempat yang bising bisa membuat orang dengan tipe otak ini kewalahan, maka carilah tempat belajar yang tenang, dan pastikan memiliki penyumbat telinga.

Dalam hubungan, orang dengan tipe otak ini begitu peka terhadap orang lain sehingga mudah baginya untuk mengetahui kapan pasangannya membutuhkan pelukan atau membutuhkan ruang.

Mereka juga cukup sensitif terhadap rangsangan eksternal, terkadang mereka membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang tenaga, yang mungkin dianggap pribadi oleh pasangan.

Namun, menjadi sangat sensitif dapat membuat orang dengan tipe otak ini lebih rentan terhadap depresi, kecanduan, dan gangguan suasana hati siklik seperti gangguan bipolar.

Untuk menenangkan pusat emosi otak dalam tipe otak ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi lemak sehat, seperti alpukat, almond, dan salmon. Kemudian juga dengan mengonsumsi asam lemak omega-3, s-adenosylmethionine (SAMe), dan vitamin D. Lakukan aktivitas fisik seperti menari atau olahraga tim.

Tipe 5: Otak yang Berhati-hati

Tipe ini, sering mengalami peningkatan aktivitas di pusat-pusat kecemasan otak-seperti ganglia basal, korteks insular, atau amigdala. Hal ini sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat neurotransmitter GABA.

Individe yang memiliki tipe otak yang berhati-hati, cenderung merasa cemas, yang biasanya membuatnya lebih bersiap. Orang dengan tipe ini cenderung memiliki pikiran yang sibuk sehingga sulit untuk rileks.

Mereka mungkin memiliki kecenderungan untuk membayangkan yang terburuk dan memiliki rasa takut gagal yang mencegahnya meraih impian.

Dalam jalur karier orang dengan tipe otak ini menyukai keamanan dan cenderung memiliki pikiran analitis, jadi mereka mungkin tertarik pada pekerjaan di bidang akuntansi, penelitian, atau penambangan data.

Gaya belajar pada tipe ini cenderung bekerja ekstra untuk mempelajari materi kelas, tetapi meskipun dipersiapkan dengan baik, kegelisahan pada hari ujian dapat menyebabkannya kurang berprestasi dalam ujian.

Dalam hubungan mereka mungkin memiliki rasa takut akan penolakan dan mencari kepastian terus-menerus dari pasangannya, hal ini dapat membuatnya terlihat sebagai orang yang lengket.

Orang dengan tipe otak ini lebih rentan terhadap kecemasan dan kecanduan. Untuk menenangkan pusat kecemasan pada tipe otak ini dapat dilakukan dengan menghindari kafein, minuman keras, dan permen manis. Kemudian lengkapi makanan Anda dengan GABA, magnesium, dan B6 dan cobalah aktivitas yang menenangkan seperti yoga.

Baca Juga : Pendaftaran Kompetisi Film Pendek Young Talent Movie Festival 2022 Ditutup Tanggal 20 November

By admin